Capter I
Ini adalah ceritaku ketika aku masih sangat belia, aku untuk pertama kalinya jatuh cinta kepada seorang laki-laki yang sangat luarbiasa. Tapi ada yang salah dengan dia...
Jauh sebelum aku terpesona dengan dia, aku pernah menyukai seseorang. Tanpa sadar aku akan selalu tersenyum ketika melihatnya. Siapa dia ?
Alfin
Nama unik yang dulu sangat langka, kepribadiannya yang misterius seolah manarik perhatian para wanita, aura yang ada padanya sungguh sangat misterius dan berbeda. Dengan sifat "badboy"-nya ia selalu berusaha menjadi yang unggul. ya ! dia memang unggul sampai akhirnya dia bertemu dengan saingannya...
Pengalaman menyukai lelaki seperti dia mengingatkanku akan sebuah kopi, ketika kamu sudah terobsesi dengannya maka kamu akan terus menyukai sampai akhirnya kamu akan merasa bosan karena dirimu sendiri dan igin mencoba hal baru. Begitulah dia, dari apa yang aku ingat.
Misran
Denngan namanya, ia menebarkan kelembutan yang memicu adrenalin semua orang...
Aneh, tapi begitulah caraku menjelaskan tentangnya. Ia akan tetap berusaha walaupun kegagalan terus menghampirinya. Inikan cara Tuhan membuatku selalu teringat kepadanya ?
Pesona kelembutannya tidak pernah berkurang walaupun sekarang dia sangat berbeda, berbeda dari apa yang aku tau, Memoriku menolak untuk terus mengikutinya tapi ingatanku akan dia tidak akan pernah hilang, dia akan selalu menjadi dirinya.
Darsan
Dia yang pertama. Ia lah orang pertama dengan keberaniannya melegalisir perasaan hatinya. Hiraukan kata-kata anehku karena hanya dengan itu caraku menjelaskannya. Kepastian dengannya itu sangat baik tapi tidak untukku. Caranya memenangkan hatiku hingga aku dengan tanpa sadar berkata iya ! Terhipnotis, itu katanya. Dan aku adalah korbannya, tapi kenyataannya sihir itu tidak berlaku lama padaku. Aku cepat tersadar bahwa aku tidak bisa menjadi kertasnya. Aku adalah pensil yang sebentar lagi akan menuliskan nama Temannya....
Rasa bersalah menyakiti dia itu pasti ada, karena ketulusannya begitu sempurna. Tapi apakah bahagia itu nyata ? sejak saat itu aku terus memikirkan, mencoretkan semua kata yang beterbangan di kepalaku dan menjadikannya sebuah cerita. Sampai akhirnya aku bertemu dengannya.....